Jangan Anggap Sepele Penyakit Osteomalasia

Anda sering merasakan nyeri di bagian punggung bawah, panggul atau pangkal paha? Kesulitan untuk berdiri dari posisi duduk atau berjalan menaiki tangga? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit Osteomalasia! Jangan Anggap Sepele Penyakit Osteomalasia, kenali gejala, penyebab dan cara mengobatinya berikut ini!

Secara harfiah, Osteomalasia mempunyai arti “tulang lunak”. Pada Osteomalasia, proses mineralisasi tulang mengalami gangguan, sehingga tulang tidak bisa mengeras dan menjadi rentan bengkok atau mungkin patah. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan (defisiensi) vitamin D.

Walaupun sama-sama bisa menyebabkan patah tulang, Osteomalasia berbeda dengan osteoporosis. Osteomalasia terjadi akibat tidak sempurnanya proses perkembangan tulang sehingga tulang tidak mengeras, sedangkan osteoporosis merupakan pengeroposan yang sudah terjadi.

Osteomalasia hanya terjadi pada orang dewasa saja. Apabila kondisi yang sama terjadi pada anak-anak maka biasanya disebut dengan rakitis.

Gejala Osteomalasia


Ketika kondisi belum parah, penderita osteomalasia mungkin tidak akan merasakan gejala apa pun. Ketika kondisi memburuk, beberapa gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita diantaranya yaitu :

  • Otot kaku
  • Merasa kelelahan
  • Tulang-tulang menjadi mudah patah
  • Kesulitan untuk berdiri dari posisi duduk atau berjalan menaiki tangga
  • Nyeri yang biasanya terasa di bagian punggung bawah, panggul, pangkal paha, kaki dan tulang rusuk
  • Nyeri mungkin akan terasa lebih parah saat malam hari atau pada saat tulang yang sakit menahan beban terlalu berat
  • Otot-otot lengan dan paha melemah. Melemahnya otot-otot paha akan membuat penderita berjalan seperti terhuyung-huyung.

Penyebab Osteomalasia


Penyakit ini sering disebabkan kurangnya asupan Vitamin D. Vitamin D merupakan nutrisi penting yang membantu penyerapan kalsium di lambung. Vitamin D ini juga menjaga kadar kalsium dan fosfat untuk pembentukan tulang. Vitamin ini menjaga kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) dan juga membantu penyerapan makanan seperti ikan.

Rendahnya kadar vitamin D ini berarti tubuh tidak bisa memproses kalsium di tulang yang dibutuhkan untuk penguatan tulang. Kondisi ini bisa berasal dari masalah asupan makanan dan berkurangnya paparan sinar matahari dan masalah di usus.

Kalsium dan fosfat diperlukan tubuh manusia untuk membangun tulang yang kuat. Apabila tubuh kekurangan 2 zat tersebut, maka seseorang beresiko terkena Osteomalasia. Berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa menyebabkan kekurangan kalsium dan fosfat diantaranya yaitu :

  • Gangguan fungsi ginjal atau hati. Kedua kondisi ini bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin D
  • Efek samping penggunaan obat-obatan. Contohnya adalah fenobarbital dan fenitoin yang merupakan kelompok obat anti kejang
  • Operasi gastrektomi. Proses penyerapan vitamin D dan mineral lainnya di usus beresiko terganggu pada orang yang menjalani operasi gastrekonomi (prosedur bedah untuk mengangkat sebagian atau seluruh lambung)
  • Defisiensi Vitamin D. Sinar matahari akan memicu produksi vitamin D pada kulit manusia. Seseorang yang jarang terkena sinar matahari atau yang menggunakan tabir surya secara berlebihan akan kekurangan vitamin D dan beresiko menderita osteomalasia
  • Penyakit celiac. Orang yang menderita penyakit ini akan mengalami kerusakan pada lapisan usus halusnya sehingga tidak mampu untuk menyerap nutrisi dari makanan. Penyakit celiac merupakan kondisi autoimun yang biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung gluten. Ketahui juga 5 penyebab osteomalasia dan penanganannya.

Komplikasi Osteomalasia


Penderita osteomalasia lebih mungkin untuk mengalami patah tulang, terutama di tulang rusuk, tulang belakang dan kaki. Akan tetapi osteomalasia pada anak dan dewasa bisa menimbulkan komplikasi yang berbeda seperti:

  • Pada anak
  • Pertumbuhan tulangnya terhambat, sehingga menjadi terlambat untuk bisa duduk, merangkak dan berjalan
  • Berat tubuhnya akan membengkokkan lutut, tulang serta persendian lainnya.

Hal ini menyebabkan kaki melengkung ke dalam menyerupai huruf O, dada busung dan lutu menyerupai huruf X.

Pada dewasa, kelemahan tulang membuat tulang menjadi lunak dan menjadi pendek sehingga penderita akan berkurang tinggi badannya. Tulang tengkorak yang memendek, sehingga mengubah bentuk tulang toraks (bagian antara kepala dan perut). Hal ini membuat pasien terlihat seperti bungkuk.

Diagnosis Osteomalasia


Beberapa metode pemeriksaan biasanya dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis osteomalasia:

  • Biopsi tulang. Dokter akan memasukkan jarum hingga ke tulang pasien untuk mengambil sampel jaringan tulang. Sampel tersebut akan diteliti lebih lanjut dilaboraturium
  • Tes darah dan urine. Berfungsi untuk memeriksa kadar vtamin D dan mineral lain pada tubub pasien
  • Sinar X. Berfungsi untuk memeriksa apakah pasien mempunyai keretakan kecil pada tulang (Looser transformation zones) yang menjadi salah satu ciri-ciri osteomalasia
    Pemeriksaan kepadatan mineral tulang. Untuk melihat kadar kalsium dan fosfat pada tulang pasien.

Pengobatan Osteomalasia


Beberapa hal yang termasuk ke dalam penanganan osteomalasia diantaranya yaitu:

  • Asupan Suplemen Vitamin D. Umumnya penderita osteomalasia akan dianjurkan mengonsumsi suplemen vitamin D oleh dokter selama beberapa minggu hingga beberapa bulan
  • Pengaturan Pola Makan. Dokter akan menyarankan penderita untuk lebih banyak mengonsumsi makan yang kaya akan kandungan vitamin D dan fosfat
  • Penyerapan Vitamin D dari sinar matahari. Penderita biasanya akan diminta untuk lebih sering menjemur badan di bawah sinar matahari. Akan tetapi pastikan untuk menggunakan tabir surya secukupnya sebelum berjemur
  • Asupan Suplemen Kalsium atau Fosfor. Jika kadar kalsium atau fosfor di dalam tubuh penderita rendah, maka dokter akan meresepkan salah satu dari kedua suplemen mineral tersebut.

Jika ada tulang yang patah atau berubah bentuk akibat osteomalasia, dokter mungkin akan memasangkan penjepit atau bahkan tindakan pembedahan jika sudah parah.

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Osteomalasia. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Osteomalasia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Enak Aja Mau NgeCopy, Kreatif Dongg!