Kenali Amenorrhea Sejak Dini Sebelum Terlambat

Amenorrhea merupakan kondisi tidak datagnya haid atau menstruasi pada wanita. Disebut amenorrhea apabila tidak mengalami menstruasi selama 3 siklus berturut-turut atau lebih dan bila hingga berusia 15 tahun belum pernah mengalami menstruasi.

Amenorrhea merupakan kondisi yang merujuk pada wanita yang tidak bisa haid. Keadaan ini bisa terjadi ketika seorang wanita berusia 15 tahun akan tetapi masih belum mengalami menstruasi, atau yang disebut dengan amenorrhea primer. Tidak hanya itu ada juga amenorrhea sekuder yaitu bila seorang wanita usia subur yang tidak sedang hamil, tidak mendapat haid kembali setelah 6 bulan dari haid terakhir.

Akan tetap defisini ini masih menjadi perdebatan di kalangan medis. Secara klinis, seorang wanita berusia 13 tahun yang belum mengalami tanda-tanda pubertas seperti pertumbuhan payudara dan belum haid dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Begitu pula dengan wanita yang sudah mengalami menstruasi, akan tetapi tidak bisa haid dalam jangka waktu 90 hari sejak terakhir.

Gejala Amenorrhea


Selain tidak bisa haid, gejala lain yang menyertai sangat bergantung pada penyebab amenorrhea itu sendiri. Gejala tersebut umumnya berupa:

  • Jerawat
  • Sakit kepala
  • Nyeri panggul
  • Rambut rontok
  • Gangguan penglihatan
  • Payudara tidak membesar
  • Suara berat seperti laki-laki
  • Tumbuhnya rambut-rambut di wajah secara berlebihan
  • Keluarnya air susu walau tidak sedang menyusui akibat meningkatnya kadar proklatin.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan diatas. Apabila anda mempunyai kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter anda.

#Kapan Anda Harus Perisakan Diri Ke Dokter?
Konsultasikan dengan dokter anda jika anda telah kehilangan setidaknya 3 periode menstruasi berturut-turut atau jika anda belum mengalami periode menstruasi pada usia 15 tahun.

Penyebab Amenorrhea


Amenorrhea terbagi menjadi 2 yaitu amenorrhea primer dan sekunder. Pada amenorrhea primer, remaja putri tidak kunjung memperoleh menstruasi meski sudah memasuki masa pubertas yaitu sekitar 15-16 tahun.

Amenorrhea primer bisa dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya yaitu faktor keturunan dan adanya kecacatan genetik yang memengaruhi fungsi ovarium dan siklus haid, seperti pada sindrom turner. Kondisi berat badan yang terlalu kurus, kerap berkaitan dengan asupan gizi yang kurang sehingga bisa menyebabkan perubahan hormonal dan memengaruhi terjadinya amenorrhea primer.

Sementara amenorrhea sekunder umumnya lebih disebabkan karena kehamilan, menyusui dan memasuki masa menopause. Kondisi lain yang juga memungkinkan seseorang mengalami amenorrhea sekunder diantaranya yaitu:

  • Hormon yang tidak seimbang
    Ketidakseimbangan hormon merupakan salah satu penyebab paling umum dari amenorrhea. Ketidakseimbangan ini bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari adanya tumor pada kelenjar hipofisis (pituitary), kadar estrogen yang rendah dak kadar testosteron yang tinggi (hiperandrogenisme), dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  • Kondisi medis tertentu
    Kondisi medis tertentu yang menyebabkan seorang wanita perlu untuk menjalani pengobatan seperti kemoterapi, konsumsi obat antipsikotik, antidepresan, obat tekanan darah tinggi atau obat alertgi bisa menyebabkan terjadinya amenorrhea.
  • Menggunakan Alat kontrasepsi hormonal
    Konsumsi pil kontrasepsi mungkin menyebabkan seseorang tidak mengalami menstruasi. Tidak hanya dalam bentuk pil, kontrasepsi hormonal yang disuntikan atau ditanamkan juga bisa menjadi penyebab terjadi amenorrhea. Karena itu, konsultasikan kepada dokter terkait alat kontrasepsi yang cocok untuk anda. Tubuh juga memerlukan waktu untuk kembali menyesuaikan dan menyeimbangkan hormon dalam tubuh saat berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal, sehingga amenorrhea bisa terjadi sebelum mentruasi kembali normal.
  • Kebiasaan Olahraga Berlebih
    Olahraga berlebih ternyata bisa mempunyai efek terhadap siklus menstruasi anda. Pada atlet, kemungkinan terjadinya amenorrhea karena aktivitas olahraga berlebihan bisa saja terjadi. Hal ini terkait rendahnya kadar lemak dalam tubuh dan tingginya kadar hormon beta endorphin dan katekolamin yang memengaruhi kerja hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh, dimana keduai hormon tersebut berkaitan erat dengan menstruasi.
  • Mengalami Stres
    Stres bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada hipotalamus yaitu bagian otak yang mengatur regulasi hormon reproduksi. Jika ini terjadi, maka ovulasi dan menstruasi bisa berhenti sehingga mungkin bisa menjadi penyebab dari amenorrhea yang dialami.

Penting untuk mencari tahu terlebih dahulu penyebab dari amenorrhea. Sebab dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi amenorrhea yang diderita berdasarkan penyebabnya.

Diagnosis Amenorrhea


Selain menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terutama pemeriksaan di sekitar panggul. Sejumlah tes lanjutan yang bisa dilakukan diantaranya yaitu:

  • Tes Kehamilan. Pada wanita yang aktif secara seksual, bila mengalami amenorrhea sekuder, pertama kali yang akan disarankan oleh dokter adalah tes kehamilan
  • Tes Darah. Bertujuan untuk melihat kelainan kadar hormon yang mungkin menjadi penyebab amenorrhea, seperti hormon prolaktin, estrogen, tiroid, follicle-stimulating hormone (FSH), dehydroepiandrosterone sulfate (DHEA-S), dan testosteron
  • Pencitraan. USG, CT SCan atau MRI untuk melihat kelainan struktural pada organ reproduksi, maupun bila dicuriga terdapat tumor pada kelenjar hipofisis (pituitary).

Komplikasi Amenorrhea


Kemandulan merupakan komplikasi yang paling ditakuti. Komplikasi lainnya adalah akibat rendahnya kadar estrogen yang menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang atau osteoporosis.

Perawatan Amenorrhea Di Rumah


Berikut ini merupakan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu anda mengatasi kondisi tidak datangnya menstruasi ini yaitu:

  • Periksakan diri ke dokter atau spesialis secara teratur
  • Minum obat atau ubahlah dosis obatnya berdasarkan instruksi yang benar dari dokter anda
  • Jangan menggunakan obat-obatan yang dijuaol bebas di pasaran
  • Jagalah berat badan yang sehat dan akukan diet yang seimbang
  • Jangan olahraga yang berlebihan atau melakukan rutinitas latihan yang berat
  • Anda juga bisa mencoba melakukan 5 metode pengobatan amenorrhea yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah dirumah.

Pengobatan Amenorrhea


Pengobatan yang dilakukan tergantung pada penyebab dari amenorrhea. Beberapa metode pengobatan oleh dokter sesuai dengan penyebab amenorrhea misalnya:

  • Pengobatan pada wanita yang mempunyai sindrom ovariu polikistik (PCOS), penanganan akan berfokus untuk mengurangi kadar hormon androgen
  • Pemakaian pil kontrasepsi atau obat-obatan hormon yang memicu terjadinya siklus haid
  • Terapi sulih hormon estrogen (estrogen replacement therapy/ERT) yang membantu menstabilkan hormon untuk memicu siklus haid, pada kondisi insufisiensi ovarium primer. ERT akan menggantikan estrogen yang tidak dihasilkan oleh ovarium untuk mengatur siklus mentruasi secara normal. Dokter juga akan memberikan progestin atau progesteron untuk mengurangi resiko kanker rahim
  • Amenorrhea yang disebabkan oleh faktor gaya hidup bisa ditangani dengan menjaga berat badan tetap ideal, mengontrol stres dan menetapkan jadwal olahraga yang tepat dan teratur
  • Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Amenorrhea. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Amenorrhea.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Enak Aja Mau NgeCopy, Kreatif Dongg!