Kenali Penyakit Glaukoma Sebelum Merenggut Penglihatan Anda

Apakah anda sering melihat bayangan lingkaran di sekeliling cahaya? Penglihatan menyempit hingga pada akhirnya tidak bisa melihat obyek sama sekali? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit glaukoma! Kenali Penyakit Glaukoma Sebelum Merenggut Penglihatan Anda Dari Sekarang!!

Glaukoma merupakan kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata. Saraf mata adalah sekumpulan serat saraf yang menghubungkan retina ke otak. Saat serat saraf mata rusak, sinyal yang menyampaikan apa yang anda lihat ke otak terganggu. Secara perlahan hal ini menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan.

Ada beberapa jenis tekanan pada bola mata ini. Kondisi pada mata ini terbagi menjadi 2 yaitu glaukoma sudut terbuka, glaukoma sudut tertutup, glaukoma tekanan normal, glaukoma kongenital dan glaukoma sekunder. Jenis yang paling sering terjadi yaitu glaukoma sudut terbuka.

#Tahukah Anda?
Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbesar di seluruh dunia setelah katarak. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang didapat Kementrian Kesehatan, prevalensi penderita glaukoma pada tahun 2007 mencapai 4,6 per 1000 penduduk.

Gejala Glaukoma


Gejala dan tanda tergantung dari jenis glaukoma yang anda derita. Berikut ini adalah beberapa gejala berdasarkan jenisnya:

  • Glaukoma Sudut Terbuka. Awalnya tidak menimbulkan gejala akan tetapi anda mungkit melihat blind spot yang berupa area kecil pada penglihatan tepi atau pusat anda. Keluhan yang muncul bisa berupa penglihatan mengerucut ke depan seperti terowongan atau melihat titik kehitaman yang melayang mengikuti gerakan bola mata
  • Glaukoma Sudut Tertutup. Gejala yang muncul bisa berupa sakit kepala berat, nyeri mata, mual dan muntah, penglihatan kabur, ligkaran halo disekitar cahaya dan mata merah
  • Glaukoma Kongenital. Kondisi tekanan pada bola mata ini terjadi pada bayi baru lahir. Andsa bisa mengetahuinya dalam setahun pertama kehidupan
  • Glaukoma Sekunder. Disebabkan oleh penyakit lain, gejala dan tandanya mirip dengan glaukoma yang lainnya.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan diatas. Apabila anda mempunyai kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter anda.

#Kapan Anda Harus Memeriksakan Diri Ke Dokter?
Anda harus menghubungi dokter apabila anda mengalami gejala tekanan pada bola mata. Glaukoma yang tidak bisa ditangani bisa menyebabkan gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan. Orang berusia lebih dari 40 tahun disarankan untuk melakukan skrining untuk melihat tanda anda mengalami kondisi tekanan pada bola mata yang berujung pada kebutaan.

Penyebab Glaukoma


Penyebab utama kondisi ini yaitu tingginya tekanan bola mata yang selanjutnya menyebabkan kerusakan saraf mata. Tekanan bola mata yang meningkat bisa disebabkan oleh menumpuknya cairan yang terdapat di dalam mata normal. Normalnya, cairan mengalir melalui saluran pada mata yang disebut dengan trabecular meshwork. Cairan yang menumpuk disebabkan oleh produksi yang berlebihan atau jika cairqan tidak bisa dialirkan keluar dengan lancar.

Penyebab glaukoma tergantung dari jenisnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab berdasarkan jenisnya:

  • Glaukoma Sudut Terbuka. Ini merupakan kondisi gangguan mata yang sering terjadi. Pada jenis ini sudut drainase yang dibentuk oleh kornea dan iris dalam keadaan terbuka. Penyebab glaukoma tipe adalah penyumbatan parsial di trabecular meshwork. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan dan meningkatkan tekanan bola mata. Biasanya kondisi tekanan pada bola mata ini bisa terjadi secara perlahan
  • Glaukoma Sudut Tertutup. Pada kondisi jenis ini, penyumbatan terjadi akibat sudut drainase yang tertutup atau iris menonjol dan menyumbat drainase cairan. Biasanya kondisi tekanan pada mata jenis ini terjadi perlahan tapi bisa mendadak pula
  • Glaukoma Tekanan Normal. Penyebabnya bukan tekanan bola mata, tetapi masih belum diketahui secara pasti. Kerusakan saraf mata biasanya disebabkan aliran darah yang buruk atau hipersensitivitas. Aliran darah yang buruk bisa diakibatkan adanya penumpukan lemak yang disebut dengan ateroskelrosis
  • Glaukoma Sekunder. Tekanan pada bola mata jenis ini disebabkan karena kondisi kesehatan lain atau akibat obat-obatan. Kondisi tersebut bisa berupa diabetes yang tidak terkontrol atau tekanan darah tinggi. Beberapa obat yang bisa menyebabkan glaukoma yaitu obat golongan kortikosteroid
  • Glaukoma Kongenital. Tekanan pada bola mata jenis ini disebabkan adanya kelainan pada saat bayi baru lahir. Kecacatan tersebut bisa menggangu drainase dan membuat saraf mata menjadi lebih sensitif.

Ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena glaukoma:

  • Berusia diatas 60 tahun
  • Mengalami defisiensi estrogen di usia dini pada wanita
  • Menderita penyakit mata yang lain misalnya rabun jauh
  • Mempunyai anggota keluarga yang juga menderita glaukoma
  • Pernah mengalami cedera pada mata atau menjalani operasi mata
  • Pernah terdiagnosis mengalami tekanan mata tinggi atau hipertensi okular
  • Mengunakan obat kortikosteroid terutama tetes mata dalam jangka waktu lama
  • Menderita penyakit anemia sel sabit, diabetes, hipretensi atau penyakit jantung.

Perawatan Glaukoma Di Rumah


Berikut ini adalah beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu anda mengobati glaukoma diantaranya yaitu:

  • Lakukan pemeriksaan rutin dan ikuti arahan dan saran dari dokter
  • Beri tahu dokter jika anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Beri tahu dokter jika anda mempunyai penyakit lain (asma, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung) atau alergi dengan obat glaukoma
  • Selalu gunakan kacamat pelindung apabila anda melakukan olahraga berat untuk menghindari trauma pada mata
  • Hubungi dokter apabila gejala yang anda derita semakin parah
  • Anda juga bisa mencoba menggunakan 6 cara alami mengobati glaukoma dengan memanfaatkan bahan alami yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah di rumah.

Pengobatan Glaukoma


Glaukoma harus didiagnosis dan diobati sedini mungkin. Apabila kondisi ini diabaikan maka penyakit akan terus berkembang dan penderitanya bisa mengalami kebutaan permanen.

Kerusakan mata yang ditimbulkan oleh glaukoma memang tidak bisa diobati secara total (penglihatan tidak bisa sepenuhnya normal kembali). Akan tetapi tujuan pengobatan kondisi ini adalah untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah meluasnya kerusakan pada mata.

Beberapa pengobatan yang bisa anda lakukan diantaranya yaitu:

1. Menggunakan Obat Tetes Mata

Umumnya obat tets mata sering menjadi bentuk penanganan pertama untuk glaukoma yang disarankan oleh dokter. Obat tetes ini berguna untuk melancarkan pembuangan cairan mata atau mengurangi produksinya.

Beberapa jenis obat tetes mata untuk glaukoma diantaranya yaitu:

  • Alpha-adrenergic agonists. Obat ini berfungsi meningkatkan aliran aqueous humour dan mengurangi produksinya. Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat ini adalah pembengkakan, gatal dan merah merah pada mata, badan terasa lelah, mulut kering, hipertensi dan detak jantung tidak teratir
  • Beta-blockers. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat produksi aqueous humour untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata. Efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi obat ini adalah mata terasa gatal, tersengat atau panas
  • Prostaglandin analogue. Obat ini mampu memperlancar pengaliran aqueous humour sehingga takanan di dalam mata berkurang. Efek sampingnya adalah sakit, bengkak, dan merah pada mata, mata menjadi sensitif terhadap cahaya, mata menjadi kering, menggelapnya warna mata serta sakit kepala
  • Carbonic anhydrase inhibitors. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi aqueous humour sehingga tekanan di dalam mata berkurang. Efek sampingnya adalah iritasi pada mata, mulut terasa pahit dan kering serta mual
  • Cholinergic agents atau miotic. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan pengaliran aqueous humour. Efek samping yang mungkin terjadi adalah penglihatan menjadi buram dan pupil mengecil
  • Sympathomimetics. Obat ini mampu memperlancar pengaliran aqueous humour sekaligus mengurangi produksinya. Efek sampingnya mungkin nyeri dan merah pada mata.

2. Mengonsumsi Obat-obatan Glaukoma

Untuk melengkapi kinerja obat tetes atau jika obat tetes terbukti kurang efektif, dokter kemungkinan akan meresepkan obat glaukoma yang diminum. Salah satu contohnya adalah carbonic anhydrase inhibitor. Efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi ini adalah:

  • Sakit perut
  • Jari tangan atau kaki kesemutan
  • Sering buang air kecil
  • Batu ginjal
  • Depresi.

3. Melakukan Terapi Laser

Pada kasus glaukoma sudut tertutup, terapi laser ditujukan untuk membuka penyumbatan aqueous humour. Sedangkan pada kasus glaukoma sudut tertutup terapi laser ditujukan untuk memperlancar pengaliran cairan tersebut. Berdasarkan tekniknya terpi laser dibagi menjadi:

  • Trabeculoplasty. Sumbatan di area trabecular meshwork dibuka menggunakan sinar laser
  • Iridotomy. Aliran aqueous humour diperlancar dengan cara membuat lubang kecil pada iris menggunakan laser
  • Cyclodiode Laser Treatment. Produksi aqueous humour dibatasi dengan cara merusak sebagian kecil jaringan penghasul auqeous humour.

4. Melakukan Operasi

  • Trabeculectomy. Ini merupakan jenis operasi glaukoma yang paling umum, yang bertujuan untuk memperlancar aliran aqueous humour dengan cara membuang sebagian dari trabecular meshwork
  • Aqueous shunt implant. Ini merupakan prosedur operasi yang bertujuan untuk memperlancar aliran aqueous humour dengan cara memasang sebuah alat kecil yang menyerupai selang pada mata
  • Viscocanalostomy. Melaui operasi ini dokter akan membuang sebagian lapisan luar berwarna putih yang menutupi bola mata untuk meningkatkan pembuangan aqueous humour
  • Sclerectomy dalam. Operasi ini dilakukan guna memperlebar trabecular meshwork melalui pemasangan alat untuk melebarkan trabecular meshwork.

5. Menggunakan Obat Herbal

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Glaukoma. Obat herbal ini bisa anda pilih apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan oba kimia dan belum ingin melakukan pembedahan. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Glaukoma.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Enak Aja Mau NgeCopy, Kreatif Dongg!