Kenali Penyakit Radang Otak Sebelum Menjangkiti Anda

Anda sering merasakan sakit kepala disertai dengan lelah, demam dan pegal-pegal? Hati-hati jangan dianggap sepele, bisa jadi anda terkena penyakit Radang Otak! Kenali Penyakit Radang Otak Sebelum Menjangkiti Anda!!

Radang Otak atau ensefalitis merupakan inflamasi yang terjadi pada otak. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, akan tetapi anak-anak dan lansia mempunyai resiko tertinggi karena sistem kekebalan tubuh mereka yang cenderung lebih lemah.

Walaupun jarang terjadi, radang otak berpotensi menjadi kondisi yang serius dan bisa mengancam jiwa. Perkembangan penyakit ini juga sulit untuk ditebak. Diagnosis dan pengobatan yang cepat serta efektif merupakan kunci utama dalam menangani kondisi ini.

#Tahukah Anda?
Radang otak bukanlah kondisi yang umum terjadi. Anak-anak, lansia dan orang dengan sistem imun yang lemah mudah mengalami kondisi ini. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala Radang Otak


Radang Otak terkadang diawali dengan gejala-gejala ringan, seperti sakit kepala, lelah, demam, serta pegal-pegal. Kondisi penderita kemudian bisa menurun secara drastis dengan indikasi yang lebih serius seperti:

  • Pingsan
  • Halusinasi
  • Leher kaku
  • Kejang-kejang
  • Otot yang lemas
  • Pergerakkan mata yang tidak terkontrol
  • Perubahan kondisi mental seperti linglung
  • Pandangan kabur atau bahkan kehilangan penglihatan
  • Kelumpuhan pada wajah serta bagian tubuh tertentu
  • Gangguan pada kemampuan bicara atau pendengaran.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan diatas. Apabila anda mempunyai kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter anda.

Penyebab Radang Otak


Sebagian kasus radang otak tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Akan tetapi infeksi serta sistem kekebalan tubuh yang rendah diduga berperan penting terjadap proses terjadinya penyakit ini.

Infeksi yang bisa menyebabkan radang otak dibagi menjadi 2 yaitu virus infeksi yang berasal dari dalam otak atau disebut radang otak primer, serta infeksi yang berasal dari luar otak atau radang otak sekunder.

Radang otak sekunder terjadi pada saat infeksi telah menyebar dan menembus masuk ke dalam otak. Berbagai jenis infeksi, terutama infeksi virus yang bisa memicu kondisi ini diantaranya yaitu:

  • Virus Herpes Simplex. Yang menyebabkan terjadinya penyakit herpes di mulut ataupun di kelamin. Herpes simpleks merupakan virus yang paling sering ditemukan pada kasus radang otak
  • Virus Varicella Zoster. Yang menyebabkan cacar aia dan cacar api
  • Virus Epstein-Barr. Yang menjadi penyebab penyakit mononukleosis
  • Berbagai jenis virus lain. Yang menyebabkan campak (measles), gondongan (mumps) atau campak jerman (rubella)
  • Virus dari hewan. Misalnya virus rabies serta virus yang disebarkan oleh nyamuk atau caplak.

Selain karena infeksi, radang otak juga bisa disebabkan oleh masalah sistem kekebalan tubuh. Normalnya sistem kekebalan tubuh akan berusaha melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuh supaya tidak menyebabkan penyakit serius. Walaupun jarang terjadi, sistem kekebalan tubuh bisa mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri, dalam hal ini menyerang otak. Kesalahn sistem kekebalan tubuh ini bisa dipicu oleh beberapa hal diantaranya yaitu:

  • Infeksi yang terjadi di bagian tubuh lain (yang biasanya terjadi beberapa minggu sebelumnya). Radang otak akibat kondisi ini disebut juga dengan ensefalitis paska infeksi
  • Pertumbuhan tumor, baik yang bersifat jinak ataupun ganas, pada salah satu bagian tubuh. Radang otak akibat kondisi ini disebut dengan ensefalitis autoimun
  • Vaksinasi. Kasus radang otak akibat vaksinasi sangatlah jarang, dan keuntungan yang didapat dari vaksinasi seringkali melebihi resiko vaksinasi itu sendiri.

Komplikasi Radang Otak


Dampak radang otak tentu tidak sama setiap pasien. Ada yang bisa sembuh total, ada juga yang mengalami komplikasi. Diantara seluruh kasus radang otak yang terjadi, diperkirakan sekitar 10% meninggal dunia.

Resiko komplikasi yang mungkin terjadi tergantung pada banyaknya faktor. Diantaranya adalah usia pasien, penyebab terjadinya infeksi, jenis dan tingkat keparahan radang otak, serta kecepatan penanganan. Beberapa komplikasi yang berpotensi muncul diantaranya yaitu:

  • Kelelahan yang berkepanjangan
  • Hilang ingatan
  • Epilepsi
  • Gangguan kemampuan fisik dan motorik
  • Perubahan kepribadian dan perilaku
  • Gangguan kemampuan bicara dan penguasaan bahasa
  • Perubahan emosi, misalnya kecemasan dan emosi yang tidak stabil
  • Gangguan konsentrasi.

Diagnosis Radang Otak


Karena gejala awalnya seringkali mirip dengan penyakit lain, radang otak sering disalahartikan sebagai penyakit lain sehingga sulit terdeteksi. Selain menanyakan gejala-gejala anda, dokter akan menganjurkan pemeriksaan serta tes-tes untuk memastikan diagnosis. Beberpa jenis pemeriksaan yang akan disarankan meliputi:

  • MRI Scan atau CT scan. Umumnya, ini merupakan jenis pemeriksaan pertama yang disarankan oleh dokter guna mendeteksi adanya radang otak. Kedua jenis pemeriksaan ini akan menunjukkan ada tidaknya pembengkakan yang terjadi pada otak, serta ada tidaknya penyebab lain mendasari radang otak seperti tumor
  • Pungsi lumbar. Pada pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan jarum ke tulang belakang bagian bawah dan kemudian dokter akan mengambil cairan serebrospinal guna diperiksa dilaboraturium. Dari cairan tersebut akan diperiksa ada tidaknya infeksi atau peradangan yang terjadi di otak. Tes ini terkadang juga bisa membantu mengidentifikasi jenis virus atau agen penyebab lainnya
  • Tes lain. Seperti tes darah, tes hapusan tenggorokan dan tes urine. Tes ini mungkin dilakukan untuk mengidentidikasi penyebab infeksi
  • Elektroensefalogram atau EEG. Tes ini digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan aliran listrik di otak yang mungkin menjadi penyebab terjadinya radang otak
  • Biopsi Otak. Pada prosedur ini sebagian jaringan otak akan diambil untuk kemudian diperiksa di laboraturium. Prosedur ini mungkin dipilih jika gejala semakin memburuk dan pengobatan tidak berdampak positif.

Perawatan Radang Otak Di Rumah


Berikut ini merupakan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu anda mengatasi radang otak diantaranya yaitu:

  • Jaga kebersihan tubuh, cuci tangan dengan sering, terutama sebelum dan sesudah makan dan menggunakan toilet
  • Jangan berbagi peralatan pribadi
  • Ingatlah untuk melakukan vaksin sesuai dengan jadwal
  • Lindungi diri anda dari nyamuk dari penyakit virus, dengan menggunakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang, gunakan penyangkal nyamuk, hindari berada di luar diantara senja hingga subuh
  • Atau anda juga bisa mencoba mengobati radang otak dengan mengonsumsi makanan ini yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah di rumah.

Pengobatan Radang Otak


Radang otak berpotensi mengancam jiwa (terutama yang sudah parah) sehingga membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit. Proses penanganan radang otak bertujuan untuk menghentikan dan mengobati infeksi, mengatasi komplikasi yang berpotensi muncul akibat demam, serta mencegah komplikasi jangka panjang.

Penanganan radang otak untuk tiap pasien berbeda-beda. Penentuannya tergantung kepada jenis radang otak yang diderita oleh pasien. Langkah penanganan umumnya meliputi antibiotik, antifungal, antivirus, kortikosteroid injeksi, terapi imunoglobulin, plasmapheresis, pembedahan atau antikonvulsan.

Sebagian besar radang otak akibat infeksi virus akan diatasi dengan obat antivirus, seperti acyclovir. Walaupun begitu, keefektfan antivirus tetap terbatas karena tidak semua jenis virus bisa diatasi dengan obat ini. Obat antivirus hanya efektif untuk memberantas virus herpes simpleks dan varisela zoster. Efek samping obat ini meliputi diare, mual, muntah serta nyeri pada otot atau sendi.

Untuk mengatasi radang otak akibat gangguan sistem kekebalan tubuh, dokter akan memberikan suntikan kortikosteroid sebagai langkah penanganannya. Kortikosteroid akan menurunkan kinerja abnormal dari sistem kekebalan tubuh sekaligus mengurangi inflamasi pada otak. Apabila obat ini dinilai kurang efektif, dokter mungkin akan menambahkan terapi imunoglobulin untuk pasien.

Kortikosteroid juga berpotensi menyebabkan efek samping seperti emsosi tidak stabil, perubahan nafsu makan serta kesulitan untuk tidur. Terapi imunoglobulin juga bisa digunakan untuk menangani radang otak yang terjadi karena gangguan sistem kekebalan tubuh.

Sementara pada radang otak yang terjadi karena infeksi akibat jamur atau bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik atau antijamur untuk mengatasinya. Obat antikonvulsan bisa diberikan dokter untuk menghentikan atau mencegah kejang-kejang yang disebabkan oleh radang otak.

Pada kasus radang otak akibat tumor, pilihan terapi pembedahan mungkin akan diambil guna mengangkat tumor penyebab. Akan tetapi indikasi pembedahan ini bergantung pada jenis, ukuran serta penyebaran tumor.

Disamping obat-obatan, pasien radang otak membutuhkan bantuan peralatan medis lain. Misalnya alat bantu pernapasan serta tabung untuk menyalurkan nutrisi. Masa penyembuhan yang dibutuhkan pasien juga cenderung memakan waktu lama hingga berbulan-bulan.

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Radang Otak. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Radang Otak.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Enak Aja Mau NgeCopy, Kreatif Dongg!