Ketahui! Bahaya Penyakit Abses Otak

Apakah anda sering merasa pusing yang sangat hebat disertai dengan mual dan muntah? Sering mengalami kejang-kejang? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit abses otak! Ketahui Bahaya penyakit Abses Otak sejak dini!!

Abses otak merupakan infeksi bakteri yang mengakibatkan penimbunan nanah di dalam otak, serta pembengkakan pada organ tersebut. Kondisi ini biasa terjadi setelah bakteri atau jamur masuk ke jaringan otak akibat cedera kepala atau infeksi pada jaringan lain.

Perlu diketahui bahwa otak bagian dari sistem saraf pusat tubuh. Otak berfungsi sebagai sumber pusat komputer, menerima, mengambil gambar dan menyimpan data dari luar dan memberikan feedback data.

Meski jarang terjadi, abses otak merupakan penyakit infeksi yang bisa membahayakan nyawa dan harus segera ditangani. Siapapun bisa mengalami, akan tetapi resiko ini umumnya meningkat pada orang yang mempunyai riwayat penyakit seperti :

  • Meningitis
  • Sinusitis
  • HIV/AIDS, kanker dan penyakit kronis
  • Infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media)
  • Penyakit jantung bawaan (PJB), seperti tetralogy of fallot (ToF).

Tidak hanya itu resiko abses otak juga akan cukup tinggi pada seseorang yang mengalami cedera kepala berat atau patah tulang tengkorak, pernah melakukan transplantasi organ, sedang menggunakan obat-obatn imunosupresif atau sedang menjalani kemoterapi.

Abses otak adalah kondisi yang jarang dan bisa terjadi pada semua usia, akan tetapi lebih sering terjadi pada orang berusia 30-45 tahun. Saat mengalami penyakit ini pasien harus segera dibawah ke IGD. Penggunaan antibiotik, conducted tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI) akan mengurangi angkat kematian 10% yang disebabkan oleh abses otak. Walaupun begitu hampir 50% dari penyakit berlanjut dari efek sistem saraf dan aspek perilaku setelah terapi.

Gejala Abses Otak


Gejala abses otak biasanya dirasakan dalam hitungan minggu setelah infeksi atau terkadang secara langsung. Berikut ini merupakan beberapa gejala yang umum dirasakan diantaranya yaitu :

  • Menggigil
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Pusing berat
  • Kejang-kejang
  • Mual dan muntah
  • Demam tinggi (diatas 38 Celcius)
  • Perubahan perilaku seperti merasa gelisah atau linglung
  • Leher terasa kaku
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan ganda, kabur atau buram
  • Penurunan kemampuan merasakan sensasi, menggerakan otot atau berbicara.

Adapun beberapa gejala yang bisa terlihat apabila bayi atau anak anda mengalami abses otak diantaranya yaitu :

  • Muntah
  • Otot tubuh terlihat kaku
  • Menangis dengan nada tinggi.

Segera temui dokter jika gejala terus dirasakan, khusunya bagi yang mengalami kejang mendadak, cara bicara yang mulai tidak jelas, otot melemah ataupun lumpuh.

Penyebab Abses Otak


Penyebab utama dari abses otak adalah adanya infeksi bakteri atau jamur yang masuk ke dalam jaringan otak, dikarenakan sistem daya tahan tubuh tidak bisa melawannya. Sebeneranya tubuh sudah dilengkapi dengan sistem imun yang berfungsi untuk menjaga organ penting. Akan tetapi pada kasus tertentu, kuman bisa masuk melalui pembuluh darah dan menyerang otak. Infeksi yang masuk ke dalam otak akan terkumpul di jaringan otak dan membentuk gumpalan darah.

Beberapa penyakit tertentu yang bisa menyebabkan abses otak diantaranya yaitu :

  • Abses gigi
  • Pulmonary arteriovenous fistula. Kelainan yang terjadi pada pembuluh darah paru, mengakibatkan bakteri masuk ke dalam darah dan mengalir menuju otak
  • Penyakit jantung sianotik. Salah satu jenis penyakit jantung bawaan yang mengakibatkan jantung tidak mampu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh dan memicu terjadinya infeksi
  • Infeksi. Kondisi ini meliputi infeksi [aru (misalnya pneumonia), infeksi jantung (misalnya endokarditis), infeksi di rongga perut (misalnya peritonitis), infeksi panggul (misalnya cystitis) dan infeksi kulit.

Komplikasi Abses Otak


Jika tidak segera ditangani dengat cepat dan tepat, maka abses otak akan menimbulkan beberapa komplikasi seperti:

  • Abses yang kambuh kembali
  • Kerusakan otak sedang hingga parah
  • Epilepsi atau kejang-kejang
  • Meningitis khusunya pada anak-anak
  • Otitis media (infeksi telinga bagian tengah)
  • Sinusitis (infeksi sinus)
  • Mastoiditis (infeksi tulang di belakang telinga).

Pencegahan Abses Otak


Mengingat abses otak seringkali dipicu oleh penyakit tertentu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin agar kondisi ini bisa dicegah sedini mungkin.

Bagi yang menderita kelainan jantung, dokter biasanya akan memberikan serangkaian antibiotik sebelum melakukan perawatan gigi atau tindakan lainnya untuk mencegah resiko infeksi menyebar ke otak. Disarankan untuk selalu memberi tahu dokter sebelum melakukan tindakan medis apa pun selama menjalani pengobatan abses otak. Anda juga bisa melakukan beberapa langkah pengobatan dan pencegahan abses otak ini yang terbukti sangat ampuh.

Pengobatan Abses Otak


Abses otak adalah kondisi darurat dan prlu ditangani dengan segera. Pengobatan biasanya dilakukan di rumah sakit dengan pemberian obat antibiotik atau obat antijamur sampai pasien memasuki tahap stabil. Terkadang, obat golongan diuretik juga bisa diresepkan. Akan tetapi jika kondisi pasien cukup buruk, dokter akan menyarankan tindakan operasi.

Berikut ini adalah kriteria abses otak yang ditangani dengan obat-obatan
:

  • Abses berukuran lebih kecil dari 2cm
  • Abses berada di beberapa titik
  • Abses terletak di bagian otak bagian dalam
  • Pasien mengalami meningitis
  • Terjadi hidrosefalus
  • Toksoplasmosis pada penderita HIV atau AIDS.

Apabila pasien mempunyai abses berukuran diatas 2cm, beresiko pecah di dalam otak atau mempunyai unsur gas di dalamnya, dokter biasanya akan menyarankan untuk mengangkatnya melalui tindakan operasi. Terdapat 2 jenis tindakan yang biasa digunakan yaitu simple aspiration dan craniotomy.

Simple aspiration dilakukan dengan mengebor lubang kecil pada tengkorak agar nanah bisa dikeluarkan. Tindakan ini dilakukan dengan bantuan alat CT Scan untuk memastikan titik abses tersebut. Operasi ini cenderung memerlukan waktu yang singkat yaitu sekitar 1 jam.

Jika obat-obatan atau tindakan simple aspiration tidak membantu, tindakan craniotomy akan dilakukan. Dalam tindakan ini dokter akan memotong sebagain kecil rambut pada kulit kepala dan mengangkat sebagian kecil tulang tengkorak untuk membuka akses ke otak. Lalu abses akan diangkat sepenuhnya setelah nanah dibersihkan dan flap tulang akan dikembalikan ke posisi semula. Operasi ini memerlukan waktu yang lebih lama yaitu sekitar 3 jam. Setelah tindakan operasi ini, pasien butuh istirahat penuh selama 6-12 minggu.

Anda juga bisa mencoba untuk menggunakan obat herbal. Menggunakan obat herbal ini bisa anda pilih apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat kimia dan tidak ingin menjalani operasi. Mengapa obat herbal? Karena obat herbal terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat Herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan atau obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Abses Otak.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Enak Aja Mau NgeCopy, Kreatif Dongg!