Wanita Wajib Tahu Penyakit Abses Payudara

Apakah anda pernah merasakan adanya benjolan di payudara anda? Benjolan terasa panas dan timbul kemerahan di sekitar payudara? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit abses payudara! Kenali gejala, penyebab dan pengobatannya berikut ini simak sampai tuntas!!

Abses payudara merupakan benjolan yang terbentuk di payudara karena berkumpulnya nanah dan terasa nyeri. Kebanyakan abses persis muncul di bawah lapisan kulit.

Abses payudara umumnya dialami oleh wanita berusia 18-50 tahun, khususnya oleh ibu yang sedang dalam masa menyusui. Seringkali abses payudara juga bisa muncul sebagai komplikasi dari penyakit mastitis.

Ibu menyusui yang menderita abses payudara disarankan untuk terus menyusui bayinya. Dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan pompa ASI untuk mengeluarkan ASI dari payudara yang terkena abses payudara.

Sekitar 10-30% kasus abses payudara terjadi pada wanita setelah hamil dan sedang menyusui. Abses payudara bisa juga terjadi pada wanita dengan berat badan berlebih, mempunya payudara yang besar atau wanita yang tidak menjaga kebersihan dirinya.

Gejala Abses Payudara


Tanda abses payudara tergantung dari lokasi abses, stadium penyakit dan faktor lainnya. Pada stadium awal anda bisa merasakan nyeri pada kelenjar payudara. Kulit luar bisa normal jika inflamasi terjadi di dalam atau bisa terlihat merah, panas dan bengkak jika lokasinya di permukaan payudara.

Saat pembentukan abses, gejala akan bertambah jelas. Saat ini gejala bisa berupa kulit menjadi panas, terluka, merah dan bengkak.

Ciri-ciri benjolan dalam kasus abses payudara bisa dikenali dari pola tepiannya yang teratur dan mempunyai tekstur yang halus serta terasa padat mirip dengan kista. Selain rasa nyeri, gejala lain yang juga bisa menyertai abses payudara diantaranya yaitu :

  • Kemerahan
  • Demam tinggi
  • Benjolan terasa panas
  • Badan terasa tidak sehat
  • Kulit di sekitar abses ikut membengkak.

Komplikasi yang paling berat yaitu osteonekrosis payudara dengan gejala infeksi, keracunan berat: tekanan darah, depresi tubuh, payudara bengkak membesar, edema, abses kulit tampak kuning pucat, atau kelenjar getah bening nekrotik membengkak dan nyeri.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan diatas. Bila anda mempunyai kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera periksakan diri anda ke dokter.

Kapan Anda Harus Periksakan Diri Ke Dokter?


Anda harus menghubungi dokter apabila anda mengalami gejala-gejala seperti berikut:

  • Kemerahan, bengkak atau nyeri pada dada
  • Puting tertarik ke dalam atau cairan keluar dari puting susu
  • Anda merasa nyeri saat menyusui.

Segera pergi ke dokter jika anda mengalami tanda tersebut. Diagnosis dan terapi dini dengan antibiotik bisa mengobati anda tanpa melakukan pembedahan.

Penyebab Abses Payudara


Biasanya abses payudara akan dihubungkan dengan mastitis, yaitu suatu peradangan pada payudara yang umumnya dijumpai pada ibi menyusui dimana bisa menyebabkan payudara menjadi bengkak dan terasa nyeri. Bakteri yang biasanya bisa menyebabkan mastitis adalah Staphylococcus aureus, yang masuk ke dalam payudara melalui luka kecil atau celah pada puting. Infeksi kemudian bisa terjadi ketika bakteri berkembangbiak secara tidak terkontrol.

Sistem kekebalan tubuh akan mengirimkan sel-sel darah putih pada bagian tubuh yang terinfeksi untuk menyerang bakteri. Serangan sel darah putih ini juga bisa mengakibatkan jaringan tubuh pada bagian yang terinfeksi bakteri ikut masuk, sehingga muncul kantung berongga kecil. Nanah yang muncul merupakan campuran dari jaringan tubuh yang mati, sel-sel darah putih dan bakteri. Apabila infeksi terus berlangsung, maka benjolan abses bisa semakin membesar dan terasa semakin nyeri.

Ada 2 jenis abses payudara diantaranya yaitu :

  • Abses non menyusui (non-laktasi). Biasanya akan muncul di sekitar areola (bagian berwarna gelap disekitar puting susu) atau bagian bawah payudara
  • Abses menyusui (laktasi). Terbentuk pada bagian pinggir payudara biasanya di bagian atas.

Ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko anda terkena penyakit abses payudara diantaranya yaitu:

  • Menyusui dengan tidak sesuai
  • Waktu menyusui kurang lama sehingga terjadi penumpukan air susu
  • Menggunakan bra dengan ketat
  • Puting tergaruk atau tercakar
  • Saluran tersumbat
  • Merokok
  • Pernah terkena mastitis
  • Mengidap diabetes
  • Terinfeksi virus HIV
  • Melakukan penindikan pada puting susu
  • Sedang menjalani pengobatan yang menakan daya tahan tubuh.

Tidak mempunyai faktor resiko bukan berarti anda tidak akan menderita penyakit ini. Faktor tersebut hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter anda untuk informasi lebih rinci.

Diagnosis Abses Payudara


Untuk mendiagnosis pasien yang diduga mengidap abses payudara, langkah pertama yang umumnya akan dilakukan dokter adalah melakukan pemeriksaan fisik pada benjolan. Jika hasil pemeriksaan fisik masih belum bisa memastikan diagnosa, maka akan dilakukan pemeriksaan dengan USG.

USG adalah pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Dari hasil pemeriksaan USG, bisa dipastikan apakah benjolan yang diperiksa merupakan abses payudara atau bukan, serta didapatkan juga informasi mengenai jumlah kantung nanah di dalam benjolan. Selain USG, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan mammografi, yaitu foro Rontgen pada payudara. Akan tetapi pemeriksaan ini tidak terlalu nyaman dan menimbulkan rasa sakit, apalagi jika payudara sedang dalam keadaan abses.

Perawatan Abses Payudara Di Rumah


Abses payudara adalah konsisi yang bisa diringankan gejala dan kondisinya. Berikut ini adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu anda mengatasi abses payudara:

  • Gaya hidup sehat: Anda harus beristirahat, minum banyak air dan konsumsi makanna bergizi selama terapi
  • Selalu menjaga kebersihan: Anda bisa menggunakan handuk hangat dan lembap pada jaringan yang terinfeksi
  • Jika anda ibu menyusui, selalu bersihkan payudara anda, khususnya daerah puting susu. Idealnya anda berhenti menyusui hingga penyakit abses payudara anda sembuh
  • Memanfaatkan daun jombang: Anda juga bisa memanfaatkan daun jombang untuk mengobati abses payudara yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah di rumah.

Pengobatan Abses Payudara


Sebagian besar kasus abses payudata dipicu oleh mastitis, yaitu peradangan pada payudara. Untuk mengobati mastitis, umumnya dokter akan meresepkan antibiotik.

Apabila peradangan tersebut sudah menjadi abses, selain pengobatan dengan antibiotik, cairan nanah juga akan dikeluarkan dengan menusukkan jarum suntk pada benjolan di pandu oleh USG, atau dengan membuat sayatan untuk mengeluarkan nanah dari dalam abses (insisi dan drainase).

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati abses payudara. Obat herbal ini bisa anda pilih apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan oba kimia dan belum ingin melakukan pembedahan. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Abses Payudara.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Enak Aja Mau NgeCopy, Kreatif Dongg!